NHW #7 : Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

screen-shot-2016-12-03-at-16-43-15

Pada Nice homework kali ini kami ditugaskan untuk mengikuti tes Strength Typology-30 di temubakat.com untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri. Sebetulnya, saat mengerjakan NHW #3 tentang potensi diri, saya melakukan tes ini untuk mengerjakan tugas ini. Namun pada saat itu saya betul-betul belum memahami hasil dari ST-30 tersebut (Sampai sekarang juga masih ada yang belum dipahami deng >_<).
Dari hasil di atas, Strength cluster saya ada pada Serving (40%), Networking (40%) dan Headman (20%). Bakat ketiganya termasuk ke dalam kelompok rasa. Semuanya berkaitan erat dengan interpersonal, hubungan dengan orang lain, baik itu melayani, bekerja sama maupun mempengaruhi. Selengkapnya mengenai penjelasan dari potensi kekuatan dan kelemahan saya ada pada tabel di bawah ini.

screen-shot-2016-12-04-at-13-58-08

Dari penjelasan di atas, tiga dari lima kekuatan yang saya miliki ternyata cocok dengan peran sebagai seorang guru yang beraktivitas sebagai pengajar. Hasil ini memang sangat cocok dengan apa yang sukai. Selain menjadi seorang guru yang bertugas mengajar, saya juga cukup sering menjadi seorang fasilitator dalam sebuat kegiatan anak dan remaja. Selanjutnya ada potensi kekuatan yang menyatakan saya cocok dengan peras sebagai event organizer. Jika diruntut pada aktivitas-aktivitas beberapa tahun lalu, saat saya masih menuntut ilmu, terlibat kegiatan-kegiatan memang sering saya lakukan dan saya senang melakukannya, baik sebagai pelaksana maupun sebagai penggagas acara, baik sebagai konseptor maupun sebagai eksekutor. Namun peran yang satu ini mulai jarang saya lakukan seiring dengan bertambahnya amanah saya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Namun ternyata tidak bisa dihilangkan, melihat potensi dan kesempatan yang ada selalu membuat saya tergerak melakukan suatu kegiatan yang bisa mendatangkan manfaat. Seperti sekarang ini, melihat suami yang ikut terlibat dalam pengajian remaja dan anak-anak, melihat potensi para remaja, dan melihat momen yang tepat, akhirnya saya mengusulkan untuk mengadakan kegiatan perlombaan keagamaan dalam rangka meulid Nabi Muhammad Saw. Ternyata Alhamdulillah, suami mendukung dan para remaja siap, akhirnya saya hanya bertugas menjadi konseptor kegiatan secara umum, dengan para remaja sebagai eksekutor (pelaksana teknis). Sampai saat ini saya enjoy melakukanya dan tidak ada “protes” dari suami dan anak, Walaupun pada akhirnya saya mempertanyakan pada diri sendiri tentang komitmen saya untuk fokus terlebih dahulu di dalam rumah sebelum terjun di ranah produktif. Dan ini menjadi pertanyaan yang belum sempat saya tanyakan, apalagi mendapat jawabannya. 😀

Hasil analisis dari potensi kelemahan saya membuat saya lebih menerima kalau saya memang belum bahkan mungkin tidak pandai menjadi seorang yang berkecimpung di dunia bisnis. Akhir-akhir ini, beberapa kali saya memutuskan untuk berjualan, ternyata justru melalaikan kewajiban saya yang utama. Selain itu dari sisi pengelolaan keuangan pun, jangankan untung, malah modal pun entah kemana :3
Sebetulnya, kemampuan ini kurang saya asah atau bagaimana, tapi saya memiliki keinginan yang besar memiliki sebuah usaha yang bergerak di bidang perdagangan.
Melihat potensi kelemahan yang lain, ada benarnya juga, saya termasuk orang yang tidak teliti, maka untuk menghasilkan suatu barang (misal alat peraga untuk aktivitas Shidqi) itu sangan sulit bagi saya untuk bisa membuatnya sempurna.

Berdasarkan aktivitas yang dilakukan selama ini, jika dimasukan ke dalam kuadran SUKA. TIDAK SUKA, dan BISA, TIDAK BISA, dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Kuadran di atas, dibuat atau dikelompokkan berdasarkan apa yang saya rasakanang bay Walaupun saya belum mahir menulis, tapi saya bisa. Butuh ilmu kepenulisan serta jam terbang yang banyak untuk bisa lebih mahir. Begitu pun dengan memasak dan membuat kue, saya sangat suka itu san enjoy melakukannya. Saya pun bisa untuk beberapa masakan dan jenis kue, tapi saya tidak memasukannya ke dalam kuadran bisa, karena kepercayaan diri saya belum siap dikatakan bisa 😀
Ngobrol dengan tetangga termasuk hal yang jarang saya lakukan, selain karena saya tidak suka, kadang sulit mencari topik pembicaraan, kegiatan itu biasanya justru lebih banyak mudharatnya.
Kuadran ini saya yakin akan senantiasa berubah, bahkan  sepertinya masih ada aktivitas yang belum saya ingat harus masuk di kuadran mana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s