NHW #8 : Misi Hidup dan Produktivitas

Bismillah

Aaaaa sudah NHW#8 aja, bentar lagi kelas matrikulasinya selesai, tapi koq rasanya saya masih belumdapat apa-apa. Masih berusaha memahami dan menyusun setiap materi dan nice homework yang didapat tiap pekannya.

Nice Homework#8

Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Dari empat aktivitas SUKA dan BISA  yang saya tulis di kuadran aktivitas, saya memilih aktivitas mengajar, atau peran yang berkaitan dengan educator.

Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Mengajar, berarti menjadi pengajar atau pendidik. Setelah menemukan pilihan aktivitas ini, saya ingin menjadi seorang ibu professional yang mampu mengajar/mendidik/memfasilitasi anak-anak dalam belajar serta menjadi ibu yang bermandaat di lingkungan masyarakat dengan cara mengajar/mendidik.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Hal utama yang diperlukan untuk menjadi seorang pendidik adalah keteladanan dan ilmu. Maka yang akan dan harus saya lakukan adalah memperbaiki diri agar mampu memberikan keteladanan, menguatkan peran sebagai istri dan ibu, mencari ilmu dengan cara membaca, mengikuti majelis ilmu, berkomunitas, menulis.

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
Harapannya ingin memiliki rumah belajar berserta komunitasnya, ingin memiliki dan menghasilkan media pembelajaran berupa blog atau buku.

Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Menjadi ibu yang professional di dalam rumah, mendampingi suami dan anak2 berkembang, serta bermanfaat untuk masyarakat dengan memiliki ruang  rumah belajar dan komunitasnya. 
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Berhasil melakukan perubahan di dalam diri dan keluarga  dengan mengokohkan pembiasaan baik dan mengamalkan ilmu2 bunda sayang, bunda cekatan dan ilmu2 parenting lain yang di dapat. Serta berhasil membantu anak2 memilih Pendidikan terbaik yang akan dijalaninya. 

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Istiqomah melaksanakan amalkan yaumiah dan melakukan pembiasaan-pembiasaan baik, mengamalkan ilmu dari Matrikulasi IIP dan mampu menerapkan kurikulum Bunda Sayang dan Bunda Cekatan dalam keluarga.

Apa Namanya?

Pernah gak sih merasakan suatu perasaan yang kita pun gak tau nama perasaan itu apa dan gak paham kenapa setiap perasaan itu muncul bikin mata perih sampe bikin mata berair tiada henti a.k.a nangis?
Perjalanan Bandung Menuju Subang

12-12-2016

NHW #7 : Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

screen-shot-2016-12-03-at-16-43-15

Pada Nice homework kali ini kami ditugaskan untuk mengikuti tes Strength Typology-30 di temubakat.com untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri. Sebetulnya, saat mengerjakan NHW #3 tentang potensi diri, saya melakukan tes ini untuk mengerjakan tugas ini. Namun pada saat itu saya betul-betul belum memahami hasil dari ST-30 tersebut (Sampai sekarang juga masih ada yang belum dipahami deng >_<).
Dari hasil di atas, Strength cluster saya ada pada Serving (40%), Networking (40%) dan Headman (20%). Bakat ketiganya termasuk ke dalam kelompok rasa. Semuanya berkaitan erat dengan interpersonal, hubungan dengan orang lain, baik itu melayani, bekerja sama maupun mempengaruhi. Selengkapnya mengenai penjelasan dari potensi kekuatan dan kelemahan saya ada pada tabel di bawah ini.

screen-shot-2016-12-04-at-13-58-08

Dari penjelasan di atas, tiga dari lima kekuatan yang saya miliki ternyata cocok dengan peran sebagai seorang guru yang beraktivitas sebagai pengajar. Hasil ini memang sangat cocok dengan apa yang sukai. Selain menjadi seorang guru yang bertugas mengajar, saya juga cukup sering menjadi seorang fasilitator dalam sebuat kegiatan anak dan remaja. Selanjutnya ada potensi kekuatan yang menyatakan saya cocok dengan peras sebagai event organizer. Jika diruntut pada aktivitas-aktivitas beberapa tahun lalu, saat saya masih menuntut ilmu, terlibat kegiatan-kegiatan memang sering saya lakukan dan saya senang melakukannya, baik sebagai pelaksana maupun sebagai penggagas acara, baik sebagai konseptor maupun sebagai eksekutor. Namun peran yang satu ini mulai jarang saya lakukan seiring dengan bertambahnya amanah saya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Namun ternyata tidak bisa dihilangkan, melihat potensi dan kesempatan yang ada selalu membuat saya tergerak melakukan suatu kegiatan yang bisa mendatangkan manfaat. Seperti sekarang ini, melihat suami yang ikut terlibat dalam pengajian remaja dan anak-anak, melihat potensi para remaja, dan melihat momen yang tepat, akhirnya saya mengusulkan untuk mengadakan kegiatan perlombaan keagamaan dalam rangka meulid Nabi Muhammad Saw. Ternyata Alhamdulillah, suami mendukung dan para remaja siap, akhirnya saya hanya bertugas menjadi konseptor kegiatan secara umum, dengan para remaja sebagai eksekutor (pelaksana teknis). Sampai saat ini saya enjoy melakukanya dan tidak ada “protes” dari suami dan anak, Walaupun pada akhirnya saya mempertanyakan pada diri sendiri tentang komitmen saya untuk fokus terlebih dahulu di dalam rumah sebelum terjun di ranah produktif. Dan ini menjadi pertanyaan yang belum sempat saya tanyakan, apalagi mendapat jawabannya. 😀

Hasil analisis dari potensi kelemahan saya membuat saya lebih menerima kalau saya memang belum bahkan mungkin tidak pandai menjadi seorang yang berkecimpung di dunia bisnis. Akhir-akhir ini, beberapa kali saya memutuskan untuk berjualan, ternyata justru melalaikan kewajiban saya yang utama. Selain itu dari sisi pengelolaan keuangan pun, jangankan untung, malah modal pun entah kemana :3
Sebetulnya, kemampuan ini kurang saya asah atau bagaimana, tapi saya memiliki keinginan yang besar memiliki sebuah usaha yang bergerak di bidang perdagangan.
Melihat potensi kelemahan yang lain, ada benarnya juga, saya termasuk orang yang tidak teliti, maka untuk menghasilkan suatu barang (misal alat peraga untuk aktivitas Shidqi) itu sangan sulit bagi saya untuk bisa membuatnya sempurna.

Berdasarkan aktivitas yang dilakukan selama ini, jika dimasukan ke dalam kuadran SUKA. TIDAK SUKA, dan BISA, TIDAK BISA, dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Kuadran di atas, dibuat atau dikelompokkan berdasarkan apa yang saya rasakanang bay Walaupun saya belum mahir menulis, tapi saya bisa. Butuh ilmu kepenulisan serta jam terbang yang banyak untuk bisa lebih mahir. Begitu pun dengan memasak dan membuat kue, saya sangat suka itu san enjoy melakukannya. Saya pun bisa untuk beberapa masakan dan jenis kue, tapi saya tidak memasukannya ke dalam kuadran bisa, karena kepercayaan diri saya belum siap dikatakan bisa 😀
Ngobrol dengan tetangga termasuk hal yang jarang saya lakukan, selain karena saya tidak suka, kadang sulit mencari topik pembicaraan, kegiatan itu biasanya justru lebih banyak mudharatnya.
Kuadran ini saya yakin akan senantiasa berubah, bahkan  sepertinya masih ada aktivitas yang belum saya ingat harus masuk di kuadran mana.