NHW#5: Belajar Bagaimana Caranya Belajar dan Desain pembelajaran (Part 1)

Nice Homework #5

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR

Materi #5 kali ini mengulas tentang cara belajar. Walaupun usia sudah seperempat abad, tapi saya masih merasa belum enjoy dengan cara belajar yang saya lakukan. Dalam materi ini, kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal yaitu belajar hal berbeda, cara belajar yang berbeda, dan semangat belajar yang berbeda.

Pertama, yang perlu dipelajari adalah apa saya yang
1. Menguatkan iman
2. Menumbuhkan karekter baik
3. Menemukan passionnya (Panggilan hati)
Kedua, cara belajar yang berbeda. Menggunakan gaya-gaya baru yang antimainstream. Jika dulu dilatih terampil menjawab, sekarang dilatih terampil bertanya. Jika dulu diminta menghapal materi, sekarang kembangkan struktur berpikir. Dulu pasif mendengarkan, sekarang aktif mencari. Dan yang paling penting di era tsunami informasi seperti sekarang adalah berpikir skeptik, yaitu senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya, tidak menelan bulat-bulat setiap informasi yang diterima.
Terakhir tentang semangat belajar yang berbeda. Tentu kita akan lebih bersemangat melakukan sesuatu jika tujuan yang ingin kita capai jelas, begitupun dengan belajar, dengan tujuan yang jelas kita akan mengerahkan segala kemampuan untuk mendapatkan ilmu yang kita cari.

Adapun strategi belajar yang disampaikan Bunda Septi dalam materi ini adalah “meninggikan gunung, bukan meratakan lembah” artinya mendukung penuh minat dan passion yang anak-anak miliki terhadap suatu bidang, dan menutupi kekurangannya dengan tidak memaksanya mempelajari hal tersebut.

Agar anak menjadi anak yang suka belajar, caranya  mengetahui minat anak, mengetahui tujuan/cita-citanya, dan mengetahui passionnya dengan pengamatan, terlibat di dalamnya dan melihat dan mendengarkan suara anak.

TENTANG DESAIN PEMBELAJARAN

Tidak banyak sumber yang saya bisa cari, apalagi dari buku. Namun ada satu karya ilmiah yang cukup lengkap tentang Desain Sistem Pembelajaran yang ditulis oleh Dr. Sujarwo, M.Pd dari Pendidikan Luar Sekolah UNY. Beliau menyimpulkan bahwa,

desain pembelajaran adalah pengembangan pembelajaran secara sistematis untuk memaksimalkan keefektifan dan efisiensi pembelajaran. Kegiatan mendesain pembelajaran diawali dengan menganalisis kebutuhan peserta didik, menentukan tujuan pembelajaran, mengembangkan bahan dan aktivitas pembelajaran, yang di dalamnya mencakup penentuan sumber belajar, strategi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, media pembelajaran dan penilaian (evaluasi) untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran. Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat efektivitas, efisiensi dan produktivitas proses pembelajaran.

Desain pembelajaran, apa yang didesain? Pembelajarankah?
Jawabannya, yang didesain adalah sistem pembelajarannya, dimana sistem pembelajaran merupakan kesatuan dari beberapa komponen pembelajaran yang meliputi peserta didik, pendidik, kurikulum, bahan ajar, media pembelajaran, sumber belajar, proses pembelajaran, fasilitas, lingkungan dan tujuan.

Beliau menambahkan, ada beberapa komponen utama dalam desain sistem pembelajaran di antaranya:
1) Kemampuan awal peserta didik dan potensi yang dimiliki
2) Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik
3) Analisis materi pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Analisis aktivitas pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari
5) Pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi pembelajaran dan kemampuan peserta didik
6) Strategi pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar.
7) Sumber belajar, adalah sumber-sumber yang dapat diakses untuk memperoleh materi yang akan dipelajari
8) Penilaian belajar, tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi yang dikuasai oleh peserta didik.

Dalam penerapannya terdapat banyak model desain pembelajaran yang dikemukakan para ahli, namun pada prinsipnya sama yaitu untuk merancang program pembelajaran yang berkualitas. Dari lima model desain pembelajaran yang disebutkan Dr. Sujarwo, ada satu model desain pembelajaran yang menurut saya lebih mudah diimplementasikan yaitu Model ADDIE.

Model  ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsinya ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.

Model ini menggunakan lima tahap pengembangan yakni: a) Analysis (analisa), b) Design (disain/perancangan), c) Development (pengembangan), d) Implementation (implementasi/eksekusi), e) Evaluation (evaluasi/umpan balik). Masing-masing langkah dideskripsikan sebagai berikut:

Langkah 1: Analisis
Merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik, yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Oleh karena itu, output yang akan dihasilkan adalah berupa karakteristik atau profil calon peserta didik, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan.

Langkah 2: Desain
Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint). Pada tahap desain ini diperlukan: pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMART (spesific, measurable, applicable, realistic, dan Times ). Selanjutnya menyusun tes yang didasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tadi. Kemudian menentukan strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat dipilih dan tentukan yang paling relevan. Di samping itu, perlu dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam suatu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci.

Langkah 3: Pengembangan
Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print atau desain yang dibuat menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan, misal diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang dikembangkan.

Langkah 4: Implementasi
Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang dibuat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan dipersiapkan sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstall. Jika penataan lingkungan harus tertentu, maka lingkungan atau setting tertentu tersebut juga harus ditata. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.

Langkah 5: Evaluasi
Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap rancangan, mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang dibuat. Pada tahap pengembangan, mungkin perlu uji coba dari produk yang dikembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain.

Itulah rangkuman yang saya dapatkan dari  materi Belajar Bagaimana Caranya Belajar, dan hasil pencarian singkat tentang Desain Pembelajaran yang isinya sangat berkaitan dengan materi juga nice homework sebelumnya. Implementasi dari materi desain pembelajaran dan materi-materi matrikulasi yang sudah saya dapatkan serta nice homewok yang sudah dikerjakan sebelumnya bisa dilihat di sini.

Sumber:

Tim Matrikulasi IIP, Belajar Bagaimana Caranya Belajar, materi matrikulasi, 2016

Sujarwo, Desain Sistem Pembelajaran, http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%20Sujarwo,%20M.Pd./Desain%20Pembelajaran-pekerti.pdf

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s