Mampir Ke Monumen Pesawat di Gedung Juang Subang

Subang, 25 April 2016

Pesawat masih menempati urutan kelompok atas dari berbagai macam mainan yang ia suka. Apalagi setelah ia memiliki buku khusus yang semua isinya tentang pesawat, Shidqi semakin antusias pada pesawat. Bahkan tahun lalu saat Ayah Shidqi masih ikut latihan panahan di daerah Jl Gudang Utara Bandung, hampir setiap pekan ia selalu mendapati pesawat boeing melintas di atas kami dan jaraknya cukup dekat. Langit daerah Gudang Utara sepertinya memang salah satu lintasan terbang pesawat-pesawat tersebut, dalam beberapa jam ada lebih dari dua pesawat yang lewat, yang akan landing maupun yang baru take off.

Sudah hampir enam bulan ini kami tinggal di Subang, di sini sangat jarang ada pesawat Boeing yang jarak terbangnya cukup rendah kecuali helicopter TNI AU yang sesekali melintas di langit Palasari. Untuk mengetahui ada tidaknya pesawat, kami cukup mendengarkan suaranya saja. Jika ada gemuruh suara pesawat, kami langsung berlarian ke luar lalu mencari pesawat Boeing yang sedang melintas. Ukurannya sangat kecil, namun begitu suaranya masih tetap bisa mencapai pendengaran kami.

Nah, senin ini, sepulang dari undangan pernikahan sahabat sekolah saya. Qadarullah kami melewati bangkai pesawat yang diabadikan di depan sebuah gedung di Subang, namanya Gedung Juang. Saya sendiri belum tahu sejarah pesawat inu kenapa disimpan di halaman gedung tersebut, dan memang ini kali pertama saya melihat secara dekat bangkai pesawat ini.
Shidqi yang sedari tadi berlindung dibalik selimut, akhirnya turun dan kegirangan saat melihat pesawat besar yang ada di hadapannya.
Berjalan-jalan di sekitar pesawat tersebut, mendekat lalu naik ke atas tugu , mencoba memegangnya, aaaah sepertinya bahagia sekali dirimu. Suami yang sedari tadi setia menemaninya, mencoba mengajaknya memperagakan bagaimana pesawat ketika terbang. “Ayo pesawat nya mau terbang, mana sayapnya? Coba lihat ini sayap pesawatnya, siap untuk terbang ” ajaknya dengan semangat, sambil membentangkan ke dua tangannya ke samping sejajar dengan bahu. Spontan saya pun mengikuti, sambil terus menyemangati Shidqi agar mengikuti juga. “Ayo Kak, punya kaka mana sayapnya? Ayo terbang!”  Ajak saya sambil berlarian kecil, Shidqi pun mengikuti gerakan kami. Lalu kami berjajar ke belakang dan berlarian kecil dengan sayap yang masih terbentang. Bahagianya, Alhamdulillah.

image

image

#ODOPfor99days
#day88

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s