Anak Lelaki Main Boneka, Why Not?

Salah satu ikhtiar kami untuk mempersiapkan Shidqi dengan  kehadiran seorang adik adalah dengan mengajaknya main boneka.  Biasanya saya panggil boneka itu dengan sebutan baby.  Selain sounding terus tentang adik bayi, boneka adalah bentuk konkret yang bisa kami jadikan contoh.  Kalau Shidqi minta mimi, saya minta izin baby nya juga mau mimi, dan dia izinkan.  Kalau mau main ke halaman, Shidqi nya jalan saya gendong baby atau kadang gendong dua-duanya. Disayang, dikasih baju, selimut, pokoknya saya contohkan perilaku baik pada adik bayi nanti.
Ini saya lakukan hanya sesekali, karena kalau sering memang khawatir juga, kan ada ya bahasan tentang permainan anak sesuai gendernya. Kaitannya dengan perilaku ia saat dewasa nanti. 
Permainan ini dilakukan dalam kapasitas Shidqi se agar seorang kakak dan ayah kelak.  Sebagai seorang kakak yang harus sayang ke adik-adiknya, menjadi contoh yang baik, dan tentu menjadi sahabat yang nyaman untuk adik-adiknya kelak.  Pun suatu saat nanti jika ia menjadi seorang ayah, harus mampu menggendong, mengganti pokok, menyuapi, menidurkan, dan masih banyak lagi pekerjaan yang seorang suami juga harus bisa melakukannya. 
Semoga kelak Shidqi menjadi laki – laki yang bijaksana sebagai seorang anak bagi kami orang tuanya, suami bagi istrinya , ayah bagi anak-anaknya , dan kakak bagi adik-adiknya. 

image

image

#ODOPfor99days
#day87

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s