Belajar Tauhiid: 02 Tauhiid Syarat Mutlak Masuk Surga

Bismillahirrahmanirrahim

Orang yang menginginkan kebahagiaan dalam surga maka dia harus memiliki modal yang satu ini, yakni tauhiid. Tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang-orang yang bertauhiid walaupun terkadang ia diazab sebelumnya di neraka karena dosa yang ia lakukan. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada sekutu bang-Nya. Dan juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Dan juga bersaksi bahwa isa adalah hamba Allah dan juga rasul-Nya, dan juga bersaksi bahwa kalimat yang ditiupkan kepada maryam adalah dari Allah SWT. Dan juga bersaksi bahwasannya surga adalah benar, neraka adalah benar, maka Allah SWT akan memasukkan dia ke dalam surga sesuai dengan apa yang telah amalkan. (HR Buhkari dan Muslim)

Dalam hadits lain Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan neraka pada orang yang mengatakan Laa ilaha illallah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Yang dia mengharap dengan kalimat tersebut wajah allah swt” (HR Bukhari dan Muslim.

Ini menunjukkan kepada kita bahwasannya modal untuk mendapatkan surga Allah SWT adalah Tauhiid.

Ustadz Abdullah Roy

PS. Materi ini disampaikan dalak grup WA Halaqah Silsilah Islamiyyah hsi.abdullahroy.com

#ODOPfor99days
#day97

Advertisements

Belajar Tauhiid: 01 Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhiid

Bismillah

Mempelajari tauhiid merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita. Karena Allah SWT menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk bertauhiid, yaitu mengesakan ibadah kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat:56)
Oleh karena itu Allah SWT telah mengutus para rasul kepada setiap umat tujuannya adalah untuk mengajak mereka kepada tauhiid.

Allah SWT berfirman, “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”,   (QS An-Nahl:36)
Makna thagut di atas adalah segala sesembahan selain Allah SWT

Oleh karena itu seorang muslim yang tidak memahami tauhiid yang merupakan inti dari ajaran islam maka sebenarnya ia tidak memahami agamanya walaupun ia mengaku mempelajari ilmu-ilmu yang banyak.

Ustadz Abdullah Roy
PS. Materi ini disampaikan dalak grup WA Halaqah Silsilah Islamiyyah hsi.abdullahroy.com

***********

Betapa pentingnya ilmu tauhiid ini, karena ternyata tauhiid merupakan inti dari ajaran islam, yaitu mengesakan Allah yang artinya meniadakan Tuhan-Tuhan lain selain Allah SWT. Semoga kita diberi hidayah untuk senantiasa mendalami ilmu tauhiid ini, dan semoga Allah SWt menjaga ketauhiidan kita kepada-Nya hingga akhir hayat. Aamiin.

#ODOPfor99days
#day98

 

Belajar Tauhiid: 05. Taubat Dari Kesyirikan

Bismillahirrahmanirrahim

Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah, maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni, namun bila ia bertaubat sebelum dia meninggal maka Allah swt akan mengampuni dosanya bagaimanapu dosa tersebut. Taubat Nasuha adalah taubat yang terpenuhi di dalamnya tiga syarat, pertama menyesal, kedua meninggalkan perbuatan tersebut dan ketiga bertekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Allah berfirman,
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Az-Zumar:53)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Para sahabat Nabi SAW tidak semuanya dilahirkan dalam keadaan Islam bahkan banyak di antara mereka yang masuk islam ketika sudah besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali pada kesyirikan maka seseorang harus mempelajari Tauhiid dan memahaminya dengan baik. Mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga ia bisa menjauhi kesyirikan tersebut.

Abdullah Roy

PS: Materi ini di sampaikan dalam grup WA Halaqah Silsilah Islamiyyah hsi.abdullahroy.com

#ODOPfor99days
#day99

Membuat Drone Menggunakan Lego

Kamis, 5 Mei 2016

🌵🍄🌸🌵🍄🌸🌵🍄🌸

                        Format
   Dokumentasi Pembelajaran

🍄 Grup HSMN: Sabumi 3

🍄 Nama: Shidqi Abdullah M.

🍄Tema: Membuat Drone dari Lego

🍄Tujuan pembelajaran:
*melatih keterampilan tangan
*mengembangkan imajinasi
*mengajarkan bentuk simestris
*melatih kesabaran
*melatih jiwa leadership
*bermain peran

🍄Usia anak :
25 Bulan 20 hari

🍄Media : Lego

🍄Proses :
Bunda
Menstimulus Shidqi untuk ikut berpikir tentang bentuk drone yang akan dibuat. Memintanya untuk membantu menyusun lego satu per satu.
Mengajaknya diskusi sepanjang proses pembuatan drone lego.

Shidqi
Membantu memberikan ide bentuk drone, menyusun logo satu persatu, membuat remote drone, role play menerbangkan drone.

Ayah
Membantu menyempurnakan bentuk drone, role play menerbangkan drone di bawah perintah komandan Shidqi. 

Setelah drone dan remote selesai dibuat, segera Shidqi dan ayah bermain seolah-olah memijit remote. Bunda bertugas mengangkat drone setinggi mungkin seolah drone sedang terbang.  🙂

Permainan yang cukup asik, selamat mencoba.. 
image

image

#ODOPfor99days
#day90

Membuka Catatan Tugas Pelajaran Akhlak

Tiba-tiba ingat salah satu tugas pelajaran akhlak ketika di pesantren dulu.  Ada beberapa tugas yang ustadz berikan kepada kami selama proses pembelajaran, diantaranya :
1. Setiap santri harus memiliki WC pribadi untuk dibersihkan.  Jadi selama sekian hari (saya lupa tepatnya berapa hari) kami harus membersihkan WC tersebut.  Ada yang di WC mesjid, kampus, dan WC umum lainnya. 
Yang unik, ternyata tidak hanya kami sebagai santri yang mendapatkan tugas seperti itu, para karyawan pun bahkan para ustadz lainnya pun mendapatkan tugas yang sama.  Pantas saja saya pernah melihat terpampang nama ustadz/karyawan di pintu WC mesjid, ternyata WC tersebut menjadi tugasnya untuk dibersihkan. 
Tujuannya melatih jiwa tanggung jawab juga kepekaan terhadap fasilitas umum. 
2. Kami diharuskan memungut sampah sepanjang perjalanan dari asrama ke masjid, setiap hari selama sekian hari. Ini juga sama, masih melatih kepekaan kami terhadap kebersihan lingkungan sekitar.  Jadi di Ponpes DT asuhan Aa Gym ini memiliki rumus, satu meter ke kanan, kiri, depan dan belakang kita adalah tanggung jawab kita. Jika ada sampah, harus diambil. 
3. Setiap hari kami harus mendeteksi penyakit hati apa yang muncul dalam diri kami selama aktivitas seharian.  Ternyata tugas ini cukup efektif untuk benar-benar “ngeh” bahwa saat itu kami sedang berpenyakit hati.  Dengan begitu, kami sesegera mungkin untuk istighfar.  Tugas ini kaitannya dengan alarm hati, kalau alarm nya berfungsi dengan baik, hati  akan dengan cepat merespon dan meluruskan jika ada perasaan atau penyakit yang muncul. Tapi jika alarmnya rusak (karena dosa-dosa), hati cenderung tak akan meluruskan apa yang sebenarnya salah.

Itulah tiga tugas pelajaran akhlak yang masih hangat dipikiran saya, walaupun pada praktiknya masih belum bisa sepenuhnya dijalankan. 
Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk mencontoh Rasulullah yang seluruh akhlak baik ada padanya.  Allahuma shali’ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. 

#ODOPfor99days
#day89

Mampir Ke Monumen Pesawat di Gedung Juang Subang

Subang, 25 April 2016

Pesawat masih menempati urutan kelompok atas dari berbagai macam mainan yang ia suka. Apalagi setelah ia memiliki buku khusus yang semua isinya tentang pesawat, Shidqi semakin antusias pada pesawat. Bahkan tahun lalu saat Ayah Shidqi masih ikut latihan panahan di daerah Jl Gudang Utara Bandung, hampir setiap pekan ia selalu mendapati pesawat boeing melintas di atas kami dan jaraknya cukup dekat. Langit daerah Gudang Utara sepertinya memang salah satu lintasan terbang pesawat-pesawat tersebut, dalam beberapa jam ada lebih dari dua pesawat yang lewat, yang akan landing maupun yang baru take off.

Sudah hampir enam bulan ini kami tinggal di Subang, di sini sangat jarang ada pesawat Boeing yang jarak terbangnya cukup rendah kecuali helicopter TNI AU yang sesekali melintas di langit Palasari. Untuk mengetahui ada tidaknya pesawat, kami cukup mendengarkan suaranya saja. Jika ada gemuruh suara pesawat, kami langsung berlarian ke luar lalu mencari pesawat Boeing yang sedang melintas. Ukurannya sangat kecil, namun begitu suaranya masih tetap bisa mencapai pendengaran kami.

Nah, senin ini, sepulang dari undangan pernikahan sahabat sekolah saya. Qadarullah kami melewati bangkai pesawat yang diabadikan di depan sebuah gedung di Subang, namanya Gedung Juang. Saya sendiri belum tahu sejarah pesawat inu kenapa disimpan di halaman gedung tersebut, dan memang ini kali pertama saya melihat secara dekat bangkai pesawat ini.
Shidqi yang sedari tadi berlindung dibalik selimut, akhirnya turun dan kegirangan saat melihat pesawat besar yang ada di hadapannya.
Berjalan-jalan di sekitar pesawat tersebut, mendekat lalu naik ke atas tugu , mencoba memegangnya, aaaah sepertinya bahagia sekali dirimu. Suami yang sedari tadi setia menemaninya, mencoba mengajaknya memperagakan bagaimana pesawat ketika terbang. “Ayo pesawat nya mau terbang, mana sayapnya? Coba lihat ini sayap pesawatnya, siap untuk terbang ” ajaknya dengan semangat, sambil membentangkan ke dua tangannya ke samping sejajar dengan bahu. Spontan saya pun mengikuti, sambil terus menyemangati Shidqi agar mengikuti juga. “Ayo Kak, punya kaka mana sayapnya? Ayo terbang!”  Ajak saya sambil berlarian kecil, Shidqi pun mengikuti gerakan kami. Lalu kami berjajar ke belakang dan berlarian kecil dengan sayap yang masih terbentang. Bahagianya, Alhamdulillah.

image

image

#ODOPfor99days
#day88

Anak Lelaki Main Boneka, Why Not?

Salah satu ikhtiar kami untuk mempersiapkan Shidqi dengan  kehadiran seorang adik adalah dengan mengajaknya main boneka.  Biasanya saya panggil boneka itu dengan sebutan baby.  Selain sounding terus tentang adik bayi, boneka adalah bentuk konkret yang bisa kami jadikan contoh.  Kalau Shidqi minta mimi, saya minta izin baby nya juga mau mimi, dan dia izinkan.  Kalau mau main ke halaman, Shidqi nya jalan saya gendong baby atau kadang gendong dua-duanya. Disayang, dikasih baju, selimut, pokoknya saya contohkan perilaku baik pada adik bayi nanti.
Ini saya lakukan hanya sesekali, karena kalau sering memang khawatir juga, kan ada ya bahasan tentang permainan anak sesuai gendernya. Kaitannya dengan perilaku ia saat dewasa nanti. 
Permainan ini dilakukan dalam kapasitas Shidqi se agar seorang kakak dan ayah kelak.  Sebagai seorang kakak yang harus sayang ke adik-adiknya, menjadi contoh yang baik, dan tentu menjadi sahabat yang nyaman untuk adik-adiknya kelak.  Pun suatu saat nanti jika ia menjadi seorang ayah, harus mampu menggendong, mengganti pokok, menyuapi, menidurkan, dan masih banyak lagi pekerjaan yang seorang suami juga harus bisa melakukannya. 
Semoga kelak Shidqi menjadi laki – laki yang bijaksana sebagai seorang anak bagi kami orang tuanya, suami bagi istrinya , ayah bagi anak-anaknya , dan kakak bagi adik-adiknya. 

image

image

#ODOPfor99days
#day87