Senangnya Naik Angkot

Subang, 30 Maret 2016

Ngangkot, ngangkot..
Shidqi suka banget kalau udah diajak naik angkot, kalau mood nya lagi baik, doi pengennya duduk sendiri gak digendong saya.  Kereeeen kan, hehee..  Tapi kalau lagi penuh nggak mau juga sih 😂
Setiap kali ada keperluan ke luar, kalau suami lagi kerja dan gak bisa antar, angkot adalah pilihan terakhir dan satu-satunya. Motor? Saya belum berani bawa motor dengan Shidqi, khawatir. Mobil? Nah ini saya belum bisa nyetir mobil, dan mobilnya juga belum punya, wkwkwk. Masa mau pinjam punyai bapak, kan gak perlu kalau deket doang mah,, hehe..
Mumpung belum bisa nyetir dan belum punya mobil pribadi, waktunya ajarin Shidqi naik kendaraan umum. Sejak bayi, Shidqi sudah belajar naik mobil umum. Jarak terjauh yang pernah Shidqi lewati sejak bayi, dari Bandung-Bogor. Eh ada deng yang paling jauh, Bandung-Lombok, pakai kendaraan umum juga, hihiii, naik pesawat itu mah, wkwkwk..  InsyaAllah nanti diceritakan di lain post tentang pengalaman doi pertama kali naik pesawat 😉

Ibu-ibu yang pernah naik mobil umum membawa bayi pernah merasakan dong gimana dagdigdug nya selama perjalanan? Iyes! Saya juga merasakan hal yang sama.  Pertama kali membawa Shidqi naik bis jarak jauh itu mikirnya cukup lama,  bolak balik mempertimbangkan beberapa yang mungkin bisa diambil. Akhirnya tetep nekat pake mobil umum.  Bismillah.
Ternyata kenyataannya tidak sehoror yang dibayangkan.  Perjalanan pertama cukup anteng, sesekali berdiri liat sekitar, ada anak kecil dan bayi di bangku belakang dia ajakin main. Sesekali liat pemandangan ke luar, saya ceritakan apa yang dia liat, apa yang lewat, dan lainnya. Yang agak repot kalau ingin mimi, ini nih kerjasama harus lebih kompak. Seperti biasa jurus menutup Shidqi pakai kerudung dilakukan, tapi karena doi gak biasa selama mimi seperti itu akhirnya setelah nyantol ingin melihat dunia kembali. Suami sibuk berjaga-jaga, liat kiri kanan depan belakang sama bagian atas khawatir ada laki-laki yang memperhatikan. Walaupun insyaallah aman, tapi berjaga-jaga harus tetap dilakukan bukan?😄
Beberapa kali naik mobil umum saat masih sangat kecil alhamdulillah aman, kami selalu usahakan dalam doi dalam posisi kenyang dan tidak kepanasan, karena biasanya tak lama setelah mobil melaju, matanya tak kuat untuk bertahan terlalu lama, kecuali kondisi tertentu misal saat berangkat baru bangun tidur itu  lain cerita, hehe

Nah sekarang Shidqi sudah besar, sudah dua tahun. Sudah bisa jalan sendiri, sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya di tempat yang terguncang (kaya di mobil lagi jalan), sudah punya pilihan sendiri, sudah bisa nawar, meminta dan sudah bisa memberi instruksi. Alhamdulillah 😘

Termasuk ketika naik kendaraan. Kalau lagi naik motor sama ayah, sudah mau duduk sendiri di antara bunda dan ayah dan duduknya tidak seperti biasanya, kadang-kadang maunya duduk ngempong. Tau kan ngempong? Itu lho duduk di motor ala ibu-ibu yang kakinya di sebelah kiri semua. Saya paham sih kenapa inginnya gitu, mungkin kepalanya pegel nengok terus ke satu arah, atau mungkin karena angin terasa lebih kenceng, kan kalau ngempong dia jadi aman terlindungi sama punggung ayahnya. Hihii.. cerdas juga 😀

Nah naik kendaraan umum juga sama, sekarang inginnya duduk sendiri di bangku penumpang, gak lagi digendong bunda. Malah kadang-kadang geser-geser sendiri ke tempat yang dia mau. Pindah sini, pindah sana seenaknya, untung gitunya kalau lagi kosong aja angkotnya, hihiii.. Kemarin saat pulang khalaqah, kami harus pulang dengan menaiki dua angkot. Angkot pertama jurusan Tegal Kalapa – Pujasera, selanjutnya Pujasera-Jalancagak. Setelah beberapa menit menunggu angkot Alhamdulillah  angkot pun datang. Seperti biasa, Shidqi mulai merengek ingin duduk sendiri, baiklah saja turuti. Sampai di lampu merah, kami turun, bahagia sekali karena ternyata setelah turun Shidqi tetap mau jalan sendiri. Alhamdulillah pundak saya bisa istirahat lebih lama. selanjutnya kami naik angkot paling depan di antara angkot yang berjajar menuju Jalancagak itu. Kami adalah penumpang pertama di angkot yang lagi ngetem (lagi nunggu penumpang). Sambil menunggu saya tawarkan baso tahu yang tadi dibeli, dan ternyata Shidqi mau. Setelah saya suapi beberapa kali, dia ambil bungkusan baso tahu yang saya pegang sambil berkata, “Nda, Kaka.. Nda, Kaka” maksudnya Bunda, sini sama kaka aja pegangnya. Agak ragu saya kasih bungkusan itu, saya terbayang akan seperti apa dia makan. Masalahnya saya tidak membawa tisue basah kalau-kalau dia belepotan, tapi demi pembelajarannya, akhirnya saya luluh juga.

Kemauannya cukup kuat, dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa memasukan si baso tahu di plastik  ke mulutnya dengan selamat. Yeeaaay Alhamdulillah berhasil. Sampai akhirnya mungkin karena bosan, dia berpindah posisi duduk yang asalanya di samping kanan saya, dia pindah ke samping kiri depan, berbeda bangku dengan saya. Dengan santai dia pindah dan kembali duduk manis, lalu kembali bersibuk ria dengan baso tahunya. Hingga sampai waktu keberangkatan kami, dia pindah lagi ke samping kanan saya, berdoa, lalu cukup tenang menikmati perjalanan. Belum setengah perjalanan, doi minta tidur di kursi penumpang. Karena sedikit memaksa, dan tiadak ada penumpang lain di deretan kursi yang kami duduki,akhirnya saya izinkan. Badannya ia jatuhkan ke kursi dengan kaki masih ke menapak ke lantai angkot. MasyaAllah, ternyata Shidqi sudah muali berani show up di tempat umum tanpa malu-malu lagi. Mungkin karena efek penumpang di angkot juga sedikit sih, jadi dia cukup berani.

Pelajaran tentang kemandirian sudah lebih bervariasi, salah satunya kemandiriannya saat berkendaraan seperti ini. Menghadirkan stimulus-stimulus yang dapat merangsang kemampuannya sosialnya memang tidak mudah dan butuh stok sabar yang sangat banyak. Namun keyakinan terhadap pembelajaran yang membutuhkan proses akan menjadikan kami para orang tua semakin gigih menggali kemampuan dan minat anak, seperti apapun hasilnya, ikhtiar maksimal tentu tidak akan pernah menghasilkan kesia-siaan.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s