Mengenalkan Kesenian Tradisional Sisingaan Khas Subang

Subang, 27 Maret 2016

Hari Ahad ini tak ada agenda kemana-mana, setelah aktivitas pagi selesai seperti biasa saya bermain dengan Shidqi. Pagi itu mama dan bapak pamit untuk pergi ke sawah, melihat padi yang sebentar lagi akan dipanen. Menjelang tengah hari, mama yang baru saja pulang dari sawah mengabari ada sisingaan. Tau kan Sisingaan? Itu lho kesenian khas Subang berupa singa buatan dan diangkat oleh empat orang di setiap sisinya. Informasi lengkap tentang Sisingaan Kesenian Tradisional Subang bisa dilihat di sini.
Saya yang tadinya ogah-ogahan ke luar rumah melihat cuaca yang begitu panas, akhirnya luluh karena ingin mengenalkan Shidqi pada budaya tradisional tempat kelahirannya. Di Kota Subang, tepat di sebrang Wisma Karya ada patung Sisingaan dan Shidqi selalu antusias saat kami melewati patung itu sambil berkata, “Uwow Nda..” Dengan mata yang berbinar dan tatapan yang tak lepas hingga patung Sisingaan itu tak dapat lagi terlihat.  Tanpa pikir panjang saya langsung bersiap berangkat dan Alhamdulillah suami pun mau mengantar kami, supaya tak terlalu lelah akhirnya kami pakai motor plus payung untuk sedikit menghalagi sinar matahari.
Sisingaan ini biasanya didakan dalam rangka tasyakur bi nikmat  atau syukuran putra-putri si empunya hajat, para tetangga yang ingin mengikutkan anaknya pun bisa daftar ke yang punya hajat. Mereka cukup membayar biaya yang dibutuhkan untuk satu paket singa yang akan dinaiki.

Sebetulnya yang punya hajat ada di kampung tetangga, tapi karena supaya jarak pentasnya lebih panjang jadi lokasi awal dari kampung kami,tepatnya di perempatan jalan depan sekolah dasar di kampung kami. Saat kami tiba di sana, semua masih bersiap. Shidqi yang dari tadi terdiam di pangkuan saya mulai sedikit bergairah melihat kerumunan orang dan beberapa sisingaan yang berjejer. Setelah mendapatkan tempat yang cukup nyaman untuk menonton, tak lama kemudian Sisingaan pun dimulai. Suara kendang dan kawan-kawannya serta lantunan tembang yang dinyanyikan sinden membuat suasana semakin hangat.
Suami yang sejak tadi terdiam mulai bersuara, “Bunda Ayah mah asa terharu, jadi pengen nangis”
“kenapa gitu? Ayah inget masa lalu?” Tanya saya
“Bukan. Ini teh budaya kita orang Sunda, dan bapak-bapak yang sudah cukup tua ini yang maih bersedia melestarikannya. Padahal mungkin mereka gak dibayar besar untuk nanggung singa sejauh ini. Kita teh harus berterima kasih ke mereka.” Jelasnya
“Iya Ayah, udah atuh ah Bunda juga jadi ikut sedih”
Saya yang babarian berhasil membuat mendunganair mata, tapi alhamdulillah tdak sampai tumpah 😀
Obrolan tak berlanjut, suami saya langsung pergi dan mengambil beberapa gambar dengan kamera HP nya. Saya yang awalnya pesimis suami mau diajak nonton, karena saya paham dengan beberapa prinsip suami yang cukup kuat, ternyata saya salah besar. Walaupun beliau bukan penikmat seni apalagi pelaku seni, tapi beliau paham bahwa ini adalah salah satu kesenian yang ada di Budaya Sunda dan berterima kasih untuk yang sudah melestarikan. Tapi mungkin akan berbeda jika disuguhkan kesenian Jaipongan, wkwkwk 😛
Saya belum paham betul bagaimana mencari irisan antara budaya dan syariat, yang pasti di antara keduanya syariat harus didahulukan. Harus cari ilmu lagi ini mah ya.

Eh eh, balik lagi ke Shidqi yang lagi dikenalkan tentang kesenian Sisingaan ini, sambil nonton saya jelaskan sebisanya. Ternyata dia ketagihan, yang awalnya hanya ingin melihat di sana saja, saat orang lain berbondong-bondong mengikuti rombongan Sisingaan, Shidqi jadi ingin ikut. Saya pun mengalah, kami ikut rombongan. Baru beberapa meter saja, tiba tiba suara musik pengiring sisingaan berhenti. Kami pikir karena sudah masuk waktu dzuhur, walaupun tidak tahu apa yang terjadi di depan sana. Akhirnya momen ini kami gunakan untuk mengajak Shidqi pulang, walaupun dia masih antusias bukan pilihan yang tepat kalau harus terus mengikuti rombongan Sisingaan sampai selesai. Alhamdulillah dengan sedikit bujukan es krim akhirnya Shidqi luluh juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s