Bijak dalam Mengikuti Grup

HP saya baik-baik saja, nggak nge-hang karena full memori, Alhamdulillah.
Saya juga tidak terganggu dengan bunyi tat, tet, tot, karena memang HP selalu saya silent.
Suami juga tidak protes saya mengikuti grup sebanyak apa pun selama itu baik.
Tapi sepertinya saya yang mulai nge-hang.
Beberapa hari ini saya mulai kewalahan menyimak disuksi setiap grup yang saya ikuti, bahkan sampai 700+ pesan yang belum saya baca. Belum lagi pesan yang hanya dibuka tanpa dibaca, sekedar untuk menghilangkan warna hijau sebagai pemberitahuan ada pesan baru. Byanak banget kan?
Grup yang saya ikuti saya pastikan bukan grup macam-macam yang tidak bermanfaat. Ada grup pengajian, grup alumni, grup hobi, grup parenting, dll.  Kalau dari satu jenis grup yang saya ikuti ada dua, bisa dihitung ada berapa grup yang saya ikuti? itu kalau cuma dua ya, nah kalau tiga bahkan lebih? Kalau grup alumni kan, ada alumni SD, SMP, SMA, Kuliah, UKM, Komunitas, dll. Belum lagi grup kelas yang spesifik, maklum temen sekelas, biar sepaham seperjuangan gitu lho, misal Grup Spensa Kelas 1A, Grup Spensa Kelas 2D, dll.. Makin deh Eikye pusing T_T

Bagi saya emak-emak rempong yang udah punya anak dan berencana nambah lagi #eh >_< sepertinya memang harus lebih bijak dalam bertindak, termasuk ikut-ikut grup. Tapi kan silaturahim? Iyes betul, tapi gimana mau silaturahim, ditengok apalagi dibaca aja nggak. Walaupun sudah pasang mute di itu grup, tapi tetap saja akan mengganggu pandangan dan konsentrasi kita saat membuka WA.
Ada seorang sahabat yang memutuskan untuk meninggalkan semua grup yang dia ikuti, karena cukup lelah dengan tat tet tot notifikasi. “Masih banyak pekerjaan lain yang menunggu saya selesaikan” jawabnya setelah saya tanyakan kenapa. Saya yakin, bukan untuk memutus silaturahim lho ya, tapi memang ada prioritas lain dan alasan kuat kenapa beliau bertindak seperti itu. Walaupun ada satu alasan yang benar-benar tidak kita paksakan, yaitu HP nge-hang gara-gara full memory 😀

Nah begitulah, terkadang kita harus benar-benar bijak menggunakan gadget dan aplikasi yang ada di dalamnya. Jangan-jangan niat kita ikut grup untuk silaturahim atau menimba ilmu malah melalaikan kewajiban kita kepada  Allah,  kepada suami/istri, kepada anak-anak, kepada orang tua, bahkan kepada lingkungan sekitar. Pernah kan, kita asik sekrul-sekrul, eh anak terlantar dibiarin main sendirian dan dicuekin. Ayo ngaku, pernah kan?
Yuk Ah, Bismillah…
Mari kita putuskan untuk meminta izin meninggalkan grup yang tidak terlalu urgent kita ikuti, semoga hidup kita lebih bahagia dengan mengurangi notifikasi yang bakal muncul.

Subang, 18 Maret 2016

#ODOPfor99days
#day55

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s