Hunting Perlengkapan Renang Shidqi

Hari senin pagi, rencananya mau renang lagi. Tapi sebelum renang, saya mengingatkan suami untuk memberi perlengkapan renang Shidqi dulu, terutama baju renang supaya Shidqi lebih nyaman dan aman tentunya.
Setelah semua siap, berangkatlah kami ke kota, hehee.. Serasa kampung banget yaak! Satu toko peralatan olahraga sudah saya targetkan untuk didatangi, saya yakin pasti barang yang dicari ada di sana. 

Di perjalanan, saperti biasa Shidqi tak kuasa menahan nyamannya laju motor dalam pangakuan saya, lagipula semalem ia begadang, akhirnya selama perjalanan ia tidur.
Tiba di toko tujuan, ternyata tidak ada ukuran yang sesuai dengan Shidqi, akhirnya kami dengan wajah sedikit cemas menuju toko lain. Ternyata eh ternyata di samping toko tersebut adalah toko peralatan olahraga juga, qadarullah ada teteh penjaganya nanya kebutuhan saya, akhirnya teteh penjaga toko mengajak saya masuk ke tokonya. Alhamdulillah ternyata ada ukuran yang lebih kecil dibanding di toko sebelah. Tapi masih sangsi kalau belum dicoba, akhirnya Shidqi yang lagi tidur agak dipaksa untuk mencoba baju renangnya. Yaaa otomatis tergabggudan bangun, tp tanggung nangis akhirnya kami memakaikan baju dengan sempurna tanpa membuka tersebut dahulu baju yang dipakai sebelumnya. Jadilah bajunya pabalap-balap. Alhamdulillah nangis dan rewel nya berhenti karena kami terus sounding seputar berenang, akhirnya matanya berubah cenghar menandakan keoptimisan.  Cieeeee.. 
Etapinya itu baju renang gak mau dibuka, alias mau dipake aja. Akhirnya kami berbesar hati untuk mengikutinya keinginannya. Alhamdulilah deal lalu bayar. Kami lanjutkan perjalanan untuk mencari dan membeli pelampung tangan, karena pelampung yang ada di toko tersebut kurang cocok.
Sampai di toko mainan yang lengkapnya ini, Alhamdulillah barang yang kami butuhkan ada. Sempat galau beberapa saat dengan pilihan pelampung yang cukup banyak; pelampung tangan, ban, rompi, atau perahu berkaki. Dan suami tegas hanya memilih dua dari empat pilihan tadi. Ban dan perahu berkaki coret, walaupun saya masih berharap 😂
Kelapa coret? Karena dua pilihan coret tadi akan menghambat gerak tubuhnya dalam air, sehingga saya pun mengamini alasan tersebut.
Dua pilihan lagi, pelampung tangan dan rompi. Berkat cici yang punya toko meriview penggunaan pelampung, beliau lebih menyarankan pelampung rompi karena lebih aman di anak. Tanpa proses paksaan untuk mencobanya, akhirnya kami beli dua-duanya.
Yang lucu adalah, Kami sibuk memilihkan pelampung terbaik untuknya, eh Shidqi malah sibuk melihat-lihat mainan yang berjajar dan menggoda. Sembarangan sibuk melihat – lihat mainan, akhirnya saya berhasil membuka baju renang plus baju yang dipakainya. Kasian keringatnya sangat banyak, mingkin karena panas sangat. Akhirnya kami pulang dengan membawa pelampung dan Shidqi yang sudah mengenakan pakaian renang.

Dalam proses memberi barang tersebut , suami mengingatkan.
“Bunda, hati-hati niatnya ya kita belikan pakaian renang buat Shidqi teh. Jangan buat gagayaan! ”
Jleb!
Yap, niat! Kembali memperbaiki meluruskan niat di setiap prosesnya, sekecil apa pu perbuatannya, termasuk membeli perlengkapan renang Shidqi.
” Iya Ayah, insyaallah karena Allah. Supaya Shidqi aman dan nyaman renang nya. ” jawab saya meyakinkan suami.

Begitulah. Mudah-mudahan dengan menjaga niat, keberkahan proses belajar dan mengajarkan renang pada Shidqi ini menjadi amal baik yang berbuah manis.

Subang, 14 Maret 2016

#ODOPfor99days
#day53

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s