Shidqi Mau Sekolah

image

Sambil mengunggu saya selesai sholat maghrib, ternyata tepat di belakang saya Shidqi buka lemari dan menemukan tas favoritnya, tas McQueen warna merah. Tak lama kemudian,
“Da, tas Da.. ”
” Pake tas? ” tanya saya meyakinkan
” iya, ake tas Da” jawabnya semangat
Masuk tangan kanan, tak lupa dengan Basmallah, masuk tangan kiri, selesai. Langsung lari ke ruang tamu, menuju mamah dan mencari topi.
“Mah, a(o)pi Mah”
“Topi? Bunda mana topinya? ”
Segera mencari topi dan menemukannya.
“Ini Ka, sini pake dulu topinya”
Oke, Basmallah lagi, topi selesai dipasang.
Lalu “namprak”  ke Bapak
“Wang Pak, Wang ”
Spontan semua yang ada di rumah (saya, mamah, dan bapak)  tertawa melihat tingkah lucu Shidqi.
Saya ambil uang 5000 dari tas, lalu saya berikan ke Shidqi.
” Hati – hati ya, Shidqi mau kemana? ”
” Olah ” jawabnya singkat
” Salam dulu atuh ke Mamah “, 
Langsung menuju mamah yang masih merapikan mukena, lalu salam.
” Salam ke Bapak”
Gedeng kepala
“Ke Bunda belum salam, sini salam dulu ”
“gak”  sambil menggerutu seolah takut kesiangan, menuju pintu keluar, lalu masuk ke rumah bibi, dengan salam “Akum.. Akum..”
Di rumah bibi di sambut gembira dan berbagai pertanyaan. Yang ditanya cuma senyum-senyum aja sambil melototin layar yang cukup menyita perhatiannya. Saya kembali ke rumah meninggalkan Shidqi d rumah bibi dengan mamah.
Entah siapa yang menanyakan, tiba tiba Shidqi pulang lagi dan meminta sapatu.
“Da, atu.. Da..  ”
” Sepatu? Ini nih sini pake dulu sepatunya ”
Mengawali dengan Basmallah, masuk kaki kanan, kaki kiri, beres.
Lalu dengan semangat ia ngajak lagi ke luar rumah. Karena di rumah bibi sedang banjir air mata, lalu saya aliran dengan mengajaknya ke rumah uyut yang terhalang satu rumah.
Ternyata uyut ada di teras, mungkin sedang menunggu adzan isya.
Tak kalah bahagianya Shidqi di teras rumah uyut. Gempuran pertanyaan uyut lagi-lagi hanya dibalas senyum manisnya. Di rumah Sebrang, mamih (uwa saya)  bertanya,
“waduh itu bawa uang juga. Buat apa uangnya? ”
“Euli Uku”  jawabnya spontan.
Lagi lagi kami tertawa mendengar jawabannya. Beli Buku, itu maksudnya.

MasyaAllah.. MasyaAllah.. 
Betapa nyata kekuasaan Allah. Setelah merasakan langsung Kebesaran Allah lewat mengandung, rangkaian pertumbuhan dan perkembangannya adalah sebuah kekuasaan. Allah yang berkuasa dan berkehendak membuat Shidqi sampai pada titik ini. Bagaimana pun stimulus yang kami berikan, tanpa bantuan dan kehendak Allah semuanya tak mungkin menjadi nyata. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Alhamdulillah, Alhamdulillah..
Semoga Engkau senantiasa memberikan kekuatan kepada kami untuk menjaga amanah ini. Sempurnakan pertumbuhan dan perkembangannya ya Allah. Beri kami kemudahan untuk mengenalkannya pada-Mu. Jaga anak dan keturunan kami dari fitnah akhir zaman. Aamiin..

Sabtu, 12 Maret 2016

#ODOPfor99days
#day51

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s