Berenang Menyenangkan di Hari Senin

Berjumpa lagi dengan hari senin, hari dimana orang-orang kadang enggan temui termasuk saya, tapi itu  dulu. Dulu saat masih berseragam, seragam ngajar atau pun seragam sekolah, hehee..  Hari Ahad alias hari libur itu memang terasa sangat singkat, jadi pengennya susunan hari tuh gini,

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Minggu, Minggu, Minggu, Minggu,…

Mimpi banget yaa!
Tapi memang, kan udah terkenal manusia tuh suka lupa syukur. Kaya hujan-panas aja, kalau musim hujan pengennya panas biar cucian cepet kering (Ibu-ibu ini mah 😁), biar nggak banjir, biar bisa kemana-mana bebas. Eeh giliran musim panas pengennya hujan, biar gak gerah banget, biar gak banyak debu, dll. Gak beda jauh sama hari libur – hari kerja. Saat kerja/sekolah terus, pengennya libur. Capek lah, banyak tugas lah, inilah, itulah, hmmm..  Nah giliran libur panjang sekolah, malah pengen cepet cepet masuk, bosen di rumah, kangen temen temen, dll. Sama juga kaya Mahmud abas alias mamah muda anak baru satu yang asalnya padat aktivitas di luar rumah dengan seragam rapi, lengkap pake tas dan sepatu yang senada, kini harus bergelut dengan kegiatan kerumahtanggaan yang tak kalah banyaknya dengan pekerjaan wanita karier, ditambah ada clien yang setia diri bangun sampai tidur harus sigap dilayani. Tau kan gimana rasanya Ibu-ibu? Owwwwoooowww deh pokoknya.

Balik lagi ke hari libur, bagi kebanyakan orang hari libur tuh kan Sabtu Ahad ya. Bagi kami, saya yang tugasnya di rumah dan suami yang sedang jadi pengacara (pengangguran banyak acara, hehee) hari liburnya bebas sebebas-bebasnya, tapi tetep masih terbatas dong yaa.. #Ingetimpianwoy! 😂
Nah, karena Ahad Sabtu Ahad kemarin full kegiatan di rumah, hari senin pagi tadi mendadak pak komandan ngajak renang. Biasanya saya menolak kalau sedang tak bisa renang, berhubung kali ini ingin pak komandan sudah lama tak renang, dan ingin mengenalkan lagi renang ke Shidqi, yowess lah ayooo!

Tak jauh dari rumah kami, sekitar 3-4km ada kolam renang baru di tempat makan yang cukup terkenal di Subang, Warung Nangka. Terletak di daerah Lempar, Désa Cijambé, Kecamatan Cijambé Kabupatén Subang.
Baru pertama kali kami kesini, tempatnya cukup nyaman, ada empat kolam besar. 60cm, 70cm, 80cm, dan 1,2 sampai 1, 6 meter. Ada waterboom mini juga di kolam 70cm, bisa membuat anak-anak makin senang berenang di sini.
Di sekeliling kolam ada tempat istirahat berbentuk gazebo yang nyaman. Cukup Rp 10.000 kami sudah bisa menikmati fasilitas kolam dengan cukup nyaman walaupun toilet sedikit berbau hehee

image

Kolam renang 80cm

image

Flashback sebentar, Shidqi termasuk anak yang tak merasakan berenang waktu bayi, apalagi baby spa, hehee. Bahkan saat saya hamil pun berenang hanya terhitung jari. Shidqi mulai-olahraga-lagi benar-benar kenal dengan kolam renang saat kami perlu ke Lombok. Di penginapan ada kolam khusus tamu yang bisa kami gunakan setiap saat, dan berhasil membuat Shidqi asik main berlama-lama, walaupun belum berani nyemplung, hehe

image

Villa Mataano, Lombok Barat

Persahabatannya dengan air berlanjut ke air laut, di Pantai Senggigi Shidqi sangat menikmati pasir pantai yang putih dan asinnya air laut serta ombak yang naik turun bikin matanya agak terpejam-pejam takut. Tapi selanjutnya, enjoy Alhamdulillah.

image

Nah ternyata momen di Lombok ngefek banget, hari ini setelah sampai di kolam renang,  doi antusias banget. Langsung ganti baju dan masuk kolam tanpa paksaan. Tapi tetep, baru di tangga kolam dulu, hihiii

image

Saya yang sedang tak boleh berenang, alih tugas menjadi paparaji yang se sekali ikut Ngatasin Shidqi di kolam renang. Momen ini jadi salah satu ajang bonding Shidqi sama ayahnya. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran saat saya tidak terlalu banyak berperan mendampingi Shidqi.
Ada beberapa pelajaran yang sangat berharga dalam momen ini,
Pertama, komunikasi produktif. Selama main di kolam, ayah tak berhenti berbicara. Mengomunikasikan segala hal yang mereka lakukan dan mereka jumpai di sana. Sangat terlihat akrab ayah dan anak ini. Dalam komunikasi ini, ayah menanamkan kepercayaan pada anak, sikap optimistis terhadap kemampuannya, motivasi, bahkan belajar negosiasi. Negosiasi saat Shidqi maunya ke sini, ayah ngajak ya ke sana. Atau Ayah maunya istirahat dulu, Shidqi mau lanjut aja.
Kedua, Menumbuhkan kepercayaan. Dengan komunikasi produktif di atas, ayah berhasil membujuk Shidqi masuk ke kolam yang dalamnya se dada Shidqi. Dengan dituntun ayah dari dalam kolam dan saya dari darat, Shidqi berhasil berjalan cukup jauh mengelilingi sisi kolam 

image

Ayah berhasil menumbuhkan kepercayaan Shidqi terhadap kemampuannya (percaya diri) dan berhasil menumbuhkan kepercayaan Shidqi terhadap ayahnya sendiri. Shidqi bersedia berjalan di kolam karena ia percaya bahwa ayahnya akan menjaga dan melindunginya. Jika kepercayaan yang belum tumbuh, ia pasti tak akan mau berjalan di kolam yg cukup dalam baginya.
Ini belum selesai, entah motivasi Seperti apa yang disampaikan suami, tiba-tiba Shidqi jadi makin percaya diri untuk berjalan sendiri di dalam air. Tentu masih dijaga ayahnya dengan membentangkan tangan lebih lebar tanpa menyentuh Shidqi. Alhamdulillah! Hebat! Kepercayaan ini betul-betul modal untuk masa depan keluarga, kami yakin dengan saling menumbuhkan kepercayaan, kami akan semakin bertanggung jawab dengan peran dan keputusannya yang kami ambil, baik orang tuh maupun anak.

image

Ketiga, kemampuan bahasa. Saya dan suami selalu mencoba memberikan kosakata baru pada Shidqi setiap harinya. Termasuk belajar antonim, menamai perasaan, menyempatkan kata pada kalimat atau kejadian yang sesuai, hingga intonasi yang kadang masih belum pas Shidqi gunakan. Dalam momen ini, alhamdulillah nambah beberapa kosakata Sepertiga kolam, renang, air mancur, menempatkan antonim “tutup- buka”  dan “dalam-dangkal” pada sebuah aktivitas, dll.

image

Antusias ayah ngajak ngobrol Shidqi

image

Bahagia itu banget kamu, Nak!

Keempat, sensorik-motorik activity. Anak seusia Shidqi memang sangat cocok untuk belajar aktivitas sensorik untuk merangsang kecerdasannya. Nah aktivitas berenang ini termasuk melatih sensorik dan motorik sekaligus. Sensorik, ia belajar merasakan badannya di dalam air yang terasa lebih ringan, kakinya yang menempel di lantai kolam seperti apa rasanya, dan merasakan perbedaan lantai sekitar kolam yang permukaannya lebih kasar agar gesekan lebih besar sehingga tidak licin. Belajar motorik, motorik kasar bagaimana berjalan di dalam air yang menjadi lebih berat tapi dengan gaya angkat yang lebih ringan, belajar menyeimbangkan tubuhnya di dalam air, dan berlari-lari di sekitar kolam cukup untuk membuat ototnya belajar lebih kuat. Motorik halus, ia belajar mengkoordinasikan mata dan kaki saat melatih air, mata dan tangan saat bermain tutup buka di air mancur, dll.

image

Setidaknya, empat hikmah tersebut yang bisa kami ambil dalam aktivitas berenang hari ini. Semoga ini menjadi jalan pahala bagi kami dalam mengenalkan Shidqi olahraga sunnah, dan manfaat bagi Shidqi kelak mampu berenang dengan handal.

Lempar, 7 Maret 2016

#ODOPfor99days
#day46

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s