Pretend Play: Tukang Bangunan

image

Pretend play kali ini tidak direncanakan, tapi pekerjaan ini memang laki-laki banget. Kegiatan ini namanya “melur”, apanya bahasa Indonésianya? Pokoknya salah satu bagian dari dari pekerjaan bangunan yang fungsinya membuat lantai,tapi tidak selalu lantai. Kali ini Bapak, kakeknya Shidqi, melur buat jalan mobil lewat. Ketertarikan Shidqi sudah terlihat sebelumnya, ia nonton alias melihat bapak ngaduk atau buat adonan dari pasir, semen, dan air. Di sini saya menasihati, “Tuh Kak laki-laki mah ngaduk pasir sama semen, bukan ngaduk terigu sama air.”  Tanpa sahutan ia tetap asyik nonton bapak ngaduk. Eh kenapa nasihatnya gitu? Karena eh karena Shidqi suka banget main terigu, mungkin karena saya sering melibatkan ia bikin kue jadi sangat terkesan dengan terigu yang putih-putih halus  hehee..  Saya harus menyampaikan bahwa ini lho pekerjaan laki-laki dan ini pekerjaan perempuan, teringat dengan SSA (Kecenderungan terhadap sesama jenis) salah satunya berawal dari kebiasaan saat mereka kecil. Bisa jadi sering bermain permainan yang bukan sesuai jenis kelaminnya, dll. Maka sebagai ikhtiar saya selalu sertakan komunikasi produktif (insyaallah) setiap permainan/kegiatan yang Shidqi lakukan atau Shidqi lihat, terutama jika kegiatan itu khusus perempuan. Seperti memasak, saya mengizinkan ia main masak-masakan, tapi bertindak sebagian pedagang. Shidqi yang dagang, saya atau suami yang jadi pembeli. Dan sebaliknya. Atau gendong boneka, saya izinkan ia bermain boneka sebentar tapi bertindak sebagai kata yang sayang adiknya. Digendong, dielus, dikasih makan, diizinkan mimik, dll. Kemudian segera saya sampaikan kalau laki-laki mainnya robot, mobil, bola, dll. Ini ikhtiar kami dari bahaya fitnahyang sedang ramai diperbincangkan. Semoga Allah melindungi kami dan keturunan kami dari segala fitnah akhir zaman. Aamiin.

Kembalikan ke pretend play kali ini. Setelah asik nonton, selanjutnya ia ingin lihat bapak melur. Qadarullah masih ada satu séndok nganggur, saya tawarkanlah ke Shidqi dan ia sangat bahagia. Lalu berlari menuju bapak. Jongkok dan segera mengikuti segala yang bapak lakukan. Tak lupa sambil diajak ngobrol dan diberi pemahaman serta instruksi yang harus ia lakukan.
Aktivitas ini cukup membuat Shidqi berkeringat, selain karena cuaca menuju panas, sendok besar yg cukup berat semakin terasa berat ketika harus meratakan adonan pasir. Otot tangannya belajar lagi bagaimana memegang sendok yang cukup berat dan harus menggerakannya sedemikina rupa.

image

Yap, aktivitas laki-laki macam ini harus sesering mungkin diperkenalkan. Agar ia mampu menjadi lelaki tangguh yang pandai melakukan pekerjaan kelelakian.

Palasari, 6 Maret 2016

#ODOPfor99days
#day45

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s