33 Hari Berlalu

image

Hari ke 34, hari khusus dengan topik tulisan yang ditentukan oleh para admin. Sebelumnya sudah disiapkan tulisan untuk hari itu, tapi setelah tau ada topiknya jadi ditunda untuk setor tulisannya.
Sempat menulis juga tentang evaluasi #ODOPfor99days di hari ke 11 yang isinya kurang lebih tentang 10 hari menulis batu sekedar kejar setoran dan harapan untuk menghasilkan tulisan yg berkualitas. Dalam tulisan itu saya merasa semangat menulis mulai menurun dan ternyata berlangsung cukup lama walaupun beberapa hari ke depannya masih berikhtiar untuk setoran sesuai jadwal. Dihadapkan dengan anak sakit hingga harus dirawat  inap, lalu pulang dengan segala proses pemulihannya membutuhkan waktu dan tenaga yg ekstra hingga pada akhirnya saya lalai untuk menulis.
Di hari ke 25, saya berjanji untuk mulai membuat jurnal Shidqi, mencatat segala aktivitasnya, pertumbuhan dan perkembangannya hingga saat ini. Tapi ternyata saya belum bisa menggigit erat ucapan saya, walaupun setoran sudah saya wakilkan dengan foto aktivitas nya sehari – hari, jadi kalau luang langsung tulis,  hehee (alasaaaan!!)

Cukup lama saya tidak menulis. Sadar? Iya sadar, tapi tangan ini terasa berat untuk mulai mengejar ketertinggalan. Banyak alasan yang menghampiri, sesekali diingatkan dengan notifikasi postingan teman-teman ODOP yang lain. Hari ini, memulai kembali menulis untuk melwnhkapisetoran di #day34 tentang Refleksi 33 hari #ODOPfor99days. Sebelum saya menulis, saya buka kembalikan catatan teh Shanty tentang ODOP ini. Dan yang paling membuat saya tertampar adalah jawaban atas pertanyaan pada FAQ, “Apa hukuman kalau tidak posting?”  dan hukumannya adalah, 

Hukumnya jelas, ikhlaskan saja keinginan untuk melatih kebiasaan menulis menjadi sekedar keinginan yang mungkin tidak akan pernah terwujud

Jleb! 

Jawabannya terasa sangat menusuk. Membuat otak segera berpikir untuk tidak mengikhlaskan begitu saja perjuangan yang sudah dimulai ini. Masih ada lebih dari setengah jatah waktu lagi untuk bisa berjuang melatih kebiasaan menulis.

Apa yang Sudah Berhasil?
Pertama, Saya sudah berhasil mendobrak rasa malu saya untuk mempublikasikan tulisan. Walaupun belum tentu ada yang baca, bahkan berkomentar, tapi rasa malu saya selalu muncul lebih dulu. Maka pantas jika sering saya lakukan, tulis, ketik, hapus. Di ODOP ini saya mulai belajar mendobraknya.
Kedua, tiap hari saya berusaha mencari hikmah dari setiap aktivitas maupun kejadian untuk bahan tulisan, dan ini membuat saya semakin bijak dan mulai belajar helicopter view terhadap sebuah masalah yang muncul. Koq bisa? Dengan merencanakannya menjadi bahan tulisan, maka saya juga akan mencari ide dan referensi lain yang serupa dengan masalah yang muncul tersebut. Bahkan yang tadinya ingin sekali membuat tulisan bernada menyindir karena faktor emosi, beralih menjadi tulisan yang lebih bijak atau bahkan gak jadi ditulis (kebanyakan gak jadi ditulis, wkwkwk)
Dua hal utama yang sudah saya dapatkan di 33 pertama di ODOP ini, walaupun masih banyak hutang yang harus segera disetorkan, hehe.. 

Apa yang masih gagal?
Pertama, buruknya manajemen waktu saya membuat setoran ODOP tidak berjalan mulus yang akhirnya banyak hutang. Begadang membuat saya keteteran esoknya, padahal aktivitas siang hari belum memungkinkan saya fokus menulis. Hanya di malam hati setelah Shidqi tidur dan suasana sunyi batu bisa mengalir menulis. Dan ini harus saya perbaiki.
Kedua, saya belum berhasil menghasilkan tulisan yang berkualitas. Tulisan saya saat ini baru sekedar setor saja.
Ketiga, sulit memutuskan tulisan yang akan segera digarap. Biasanya, saking banyaknya ide, malah bikin pusing pala belbi. Gak ada ide, pusing. Kebanyakan ide juga pusing. Dasar kurang syukur! Fiiiuuuuhhh

Apa rencana 33 hari ke depan?
Belajar memutuskan dengan cepat adalah hal pertama Yah harus saya perbaikan. Tidak terlalu banyak berpikir bukan berarti tergesa-gesa. Dalam sisa waktu tantangan ini, saya akan mencoba fokus membuat jurnal untuk Shidqi. Mungkin sesekali saya buat tulisan tentang hal lain, jika menurut saya perlu ditulis.
Perbanyak waktu untuk membaca buku,  agar bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Dan kembali menata ulang waktuna menulis agar tidak ada yang dikorbankan.

Itu. Semoga inj menjadi hari kebangkitan saya untuk kembali berODOP ria hingga saya terlahir dengan kebiasaan menulis yang sudah mendarah daging. Hehehe #lebay

Palasari, 4 Maret 2016 
for #day34
#ODOPfor99days

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s