Si Selfie yang Bikin Nambah Peer

Ternyata Shidqi kami mulai suka selfi alias narsis foto sendiri, eh Momselfie deng kayaknya foto bareng emaknya, hihii atau sonselfie gitu ya, emaknya yang ngajak bareng foto sama anak laki-lakinya..  Apalah itu, ternyata banyak juga jenis selfi, tapi gak akan dibahas sekarang ya..  Hehee.. Sekarang mau bahas Shidqi yang udah mau diajak selfi, yeeeaaayyy!! 🙆
Dulu semenjak ngerti HP bisa buat ambil gambar, boro-boro mau selfi, mau kami ambil fotonya aja susahnya minta ampun karena maunya pegang sendiri sambil berpose orang mau moto. Nah nah, sekarang mulai anteng dia kalau diajak selfi. 
Saya juga emang termasuk orang yang gak terlalu tertarik buat foti-fotoan, apalagi motret diri sendiri sambil senyum manis, meremin mata, apalagi monyong-monyongin bibir, hihiii.. Mungkin karena faktor kualitas camera yang kurang canggih kali ya, jadinya gak tertarik buat motret. Apalagi kalau selfi pake kamera tablet yang segede buku itu, pan repot. Pokoknya ribet aja mikirnya. 😤

Nah nah oktober lalu, ceritanya doi beliin hp baru nih. Ukurannya pas, kualitasnya lebih oke daripada tablet yang udah ada, termasuk kualitas kameranya. Nah darisanalah hasrat untuk selfi tumbuh, apalagi beberapa hari kemudian kami pergi ke Lombok yang pantainya sudah sangat terkenal indah itu, pas banget kan. Dan dari sini pula lah Shidqi sudah mulai saya ajak selfi, Hihii.. 

image

Shidqi kegerahan di Gazebo Villa Mataano, Lombok

Ada lagi,

image

Istirahat di mesjid waktu jalan-jalan berdua

Ini juga

image

Nunggu Ayah di Kamar

Masih banyak lagi foto sejenis yang berhasil diambil saat kami hanya berdua, sedangkan suami lagi ngasih pelatihan. Eh eh gak lama, masih di serangkaian kerja sambil liburan di Lombok itu HP saya kecemplung kolam renang yang ada di villa. Innalillahi..  Karena ketidaktahuan dan ketidaksabaran saya, akhirnya HP yang umurnya baru semingguan itu harus saya ikhlaskan harus isi baterai tanpa kabel, alias baterainya dicopot lalu dipasang ke alat pengisian baterai yang nantinya dihubungkan ke listrik. Mungkin gara-gara kebanyakan selfi, bisik saya dalam hati. Mulai dari sana, aktivitas selfi di lombok dikurangi, hehee.. 
Etapinya, Shidqi ternyata tidak melupakan aktivitas itu, memorinya sudah lebih otomatis merespon jika saya mengarahkan camera pada kami berdua, hihii..
Saya ngaku sih, suka ngasih instruksi ekspresi wajahnya saat mau selfi. Dengan saya memperlihatkan ekspresi tertentu sambil bilang “Kak, gini Kak!” kadang dia ngerti dan ngikutin. Yess!
Tapi, dari sekian banyak ekspresi yang saya cobtohkan, kenapa ekspresi melet yang paling nempel di memorinya. Bahkan sampai sekarang, tiap mau selfi atau groufi, melet selalu jadi pose andalannya dan masih sulit untuk mengubahnya. Jadi agak nyesel, ekspresi spontan saya yang tidak baik yang malah  nempel di memorinya. 😥
Coba lihat ini,  awalnya ini nih

image

Terus ini,

image

Lagi,

image

Saat kami nyengir, Shidqi tetap melet

Ini, 

image

Karena gayanya melet terus, kami jadi ikut2an dia

Ada lagi

image

Taman Bunga Nusantara, Cianjur

Lagi, 

image

Ayah malah ikutan melet

Dan terakhir ini,

image

Groufie sama Bunda dan Mamah

Hmmm…  Peer sekali bukan?
Emang gak semua foto posenya gitu sih, tapi pose ini sangat mengganggu. Ini murni kesalahan saya, dan salah menjadi salah satu peer besar buat saya untuk memberikan pengertian kepadanya. Ini serius, sangat serius. Saya sangat kaget sekaget kagetnya ketika melihat postingan tentang ekspresi atau gaya menjulurkan lidah (atau melet,  begitu saya menyebutnya) itu ekspresi siapa. Penasaran? Silakan digugling aja, saya gak berani bilangnya. 😑

Dari sini saya teringat kembali bahwa anak (apalagi seusia Shidqi)  adalah masanya menjadi peniru ulung. Jika tak berhati-hati dalam mengucapkan dan melakukan setiap tindakan, karena anak sedang proses menyimpan memori. Ia belum tahu dan paham baik atau buruk, sehingga setiap yang ia lihat, dengar dan rasakan akan disimpannya, kemudian dikeluarkan jika dalam bentuk respon jika ada yang menstimulasinya. Maka kita sebagai orangtualah yang bertugas agar memorinya dipenuhi dengan sikap, perkataan dan perasaan yang baik agar ia tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.

Subang, 040216

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s