Belajar Online

Makin kesini teknologi makin canggih. Dengan hanya diam di rumah, segala kebutuhan dan kewajiban insyaallah akan terpenuhi (kecuali bagi laki-laki harus shalat di mesjid, hihi)
Termasuk mencari ilmu, zaman sekarang sangat bisa dilakukan di rumah. Kewajiban belajar sebagai seorang insan harus benar-benar dipahami, karena sejatinya semakin menuanya usia, bertambahnya amanah, kompleksnya permasalahan yang dihadapi maka seharusnya kita harus semakin  rajin mencari ilmu untuk menutupi dan meminimalisisr permasalahan yang mungkin muncul. Adalah sebuah kepastian bahwa sebuah permasalahan harus diselesaikan dengan ilmu. Maka benar jika ilmu yang manfaat akan membuat kita semakin bijak menghadapi berbagai permasalahan hidup. Mm Apalagi bagi seorang ibu, sebagai madrasatul ‘ula yang amanahnya sangat mulia namun cukup berat harus cerdas dalam belajar hal apa pun.

Untuk menunjang proses pembelajaran seorang ibu, akhir-akhir ini sedang marak grup grup yang dibuat sesuai kebutuhannya.  Ada banyak sosial media yang bisa dimanfaatkan untuk itu, mulai dari Facebook, WhatsApp, Line, dll.  Saperti saya ini, selain mengikuti grup Ibu-ibu sesuai kebutuhan, ada juga grup temen SMA, teman pesantren, teman sehobi, dll. Yang pada akhir, notifikasi numpuk 😑
Terbantu kah dengan grup tersebut? YA, sangat terbantu. Walaupun kadang masih jadi silent reader tapi alhamdulillah sangat banyak ilmu yang didapat. Sedikitnya jadi bisa menerawang pola keluarga lain dalam melakukan sesuatu. Sangat banyak inspirasi yang bisa dipraktikan.

Terkadang merasa sedih dan tidak berhak ada di grup ketika tetap menjadi silent reader, dengan alasan domestik yang bejibun, penyabotasean HP kalau ketauan buka-buka HP pas lagi bareng anak, anak Inginnya main diluar, dan alasan-alasan lainnya yang semakin memperjelas kesalahan. Pengennya nimbrung ikut diskusi, tapi udah kelewat beberapa jam lalu. Jadwal Kulwap yang ketinggalan, dll.

Saya termasuk orang yang masih sulit ikut diskusi online sambil melakukan pekerjaan yang lain, apalagi sambil ngasuh. Makanya kadang kalau ada Kulwap yang jadwalnya kira-kira gak bentrok dengan pekerjaan suami, saya biasanya minta suami jagain Shidqi lalu saya fokus ikut Kulwap,  hihiii..  Kalau nggak, ya kebagian manjat aja 😅

Masih banyak grup yang saya ikuti, karo memang butuh. Butuh belajar dari pengalaman orang lain, agak kita tak juga mengalaminya (jika itu salah).  Butuh ilmu dari pemateri kompeten yang biasanya dihadirkan dalam Grup grup tersebut. Dari sebagian harapan tentang proses belajar itu, masih ada peer yang sangat berat bagi saya. Saya belum bisa membayangkan gimana para ibu kece itu membagi waktu untuk bisa tetap aktif di grup tapi urusan domestik dan ngasuh anak tidak terlewatkan. Bagi saya yang belum mampu, ini merupakan peer yang harus segera saya selesaikan agar proses pembelajaran berjalan lebih tertib teratur. 

#ODOPfor99days
#day13

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s