Sayang, Yuk Kita Mulai!

Hari ini tetiba ingin sekali belajar tentang teknik menyapih. Setelah sekian waktu tidak mempelajari tentang perASIan dan kawan-kawannya, akhirnya saya bertekad untuk mulai belajar ilmu persapihan ini.

Yap, yap, ada perasaan sedih ketika harus memulai proses penyapihan ini. Entah hal apa yang membuatnya begitu terlihat dramatis, hiks..hiks.. Tapi memang benar, saya mulai merasakan itu! Saya tak bisa membayangkan bagaiman perasaan dan reaksi Shidqi jika saatnya tiba nanti, saya tak lai memberinya ASI. Ada tiga momen yang membuat saya benar-benar tak mampu menolak permintaannya untuk menyusu, pertama bangun tidur (ataupun terbangun saat tidur siang maupun malam), ketika akan tidur, dan yang terakhir ketika ia “mengadu”. Mengadu? Ya, kadang kalau sedang main ada saja bentrok dengan temannya, ketika ia betul-betul tak bisa menyelesaikan masalahnya, ia justru malah kembali kepada saya sambil bilang,”nenen..nda nenen..”. Aduan tentang apa saja, pasti ujung-ujungnya minta menyusu. Bahkan orang rumah bahkan sodara sudah tak aneh dengan kelakuan Shidqi yang satu ini 😀

Balik lagi ke teknik menyapih, sempat dengar istilah WWL yang ternyata singkatan dari Weaning With Love alias menyapih dengan cinta, tapi belum pernah membaca tentang istilah WWL ini. Setelah jalan-jalan ke berbagai tulisan dan pengalaman para Bunda yang menggunakan teknik ini, ada juga yang menyebutkan dua metode penyapihan, yaitu Natural Weaning dan Mother Led Weaning.  Nah WWL tadi harus dilakukan pada kedua metode tersebut. Baik penyapihan alami (Natural weaning) atapun Ibu yang menentukan kapan target penyapihan (Mother led weaning) tetap saja keduanya memerlukan cinta dan kasih sayang dalam pelaksanaannya. Hanya saja metode Mother Led Weaning memerlukan mental yang betul-betul siap dan matang dari seorang ibu bahkan dari orang-orang di sekitarnya terutama dari ayah, karena ayahlah yang akan memberikan kenyamanan kedua setelah ibu.

Pada metode Natural Weaning atau penyapihan alami, tidak ada target kapan anak harus disapih. Karena memang para ahli tidak ada yang yang menjawab kapan tepatnya bayi harus disapih. Tapi ketika kita melihat dari pandangan Islam, dalam Al-Qur’an telah jelas bahwa waktu menyusui itu adalah dua tahun. Bahkan dinyatakan dua tahun penuh itu adalah bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Walaupun sebelum dua tahun harus sudah disapih, hal itu tidak menjadi dosa.

QS. Al-Baqarah ayat 233:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ

Artinya:

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Sudah sangat jelas bukan?:)
Nah terkait manfaat menyusui hingga lebih dari dua tahun, mungkin itu pun menjadi salah satu referensi bagi yang ingin mengikuti jejaknya. Bagi saya yang ingin segera ikhtiar memberikan adik utnuk Shidqi (hihiii…), Firman Allah di atas merupakan alasan kuat kenapa saya harus memulainya proses penyapihan sekarang. Masih ada waktu 2 bulan 10 hari lagi untuk melakukan Weaning With Love pada Shidqi. Walaupun terkesan Mother Led Weaning, tapi saya benar-benar tidak ingin memaksakan proses ini. Kenapa saya targetkan pada usia 24 bulan Shidqi sudah benar-benar disapih? Karena saya akan memulai proses ini dengan menentukan tujuan akhir. Biarlah saya mencoba memformulasikan kedua metode tersebut dengan sentuhan cinta.

Tulisan kali ini saya persembahkan khusus untuk suami tercinta, Rahmat Awaludin, yang selalu membersamai saya menjalankan proses pembelajaran ini. “Semoga kita lulus dalam ujian bab penyapihan ini ya Sayang…”

*Insyaallah tulisan ini akan bersambung di episode-episode selanjutnya.

12494280_10201311395583576_329016041_o

Senggigi Beach, Lombok

#OneDayOnePostfor99days #day2

 

Advertisements

2 thoughts on “Sayang, Yuk Kita Mulai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s